Peri Pemberi Perih

Dekapan sang hidayah
Memberiku beribu semangat
Dengan beribu kehangatannya
Bak lahar yang terpendam

Untuk apa aku menjerat diri
Dalam mimpi-mimpi buruk yang nyata
Menenggelamkanku dalam jenuh bosan
Dan kematian hati

Inilah akhir darinya...
Kini ku hidup ditengah bunga-bunga tenang
Kelabu angin semilir menyejukkannya
Walau bagai pecahan kaca
Kaca itu tersambung lagi dengan emas
Indah setelah kehancuran
Yang menjadikanku lebih berharga

Yang sudah teranggap selesai
Kini bekas-bekas luka itu
Menjadi perhiasan dalam kehidupan
Walau gelap menelan
Terangnya cahaya dari luka itu
Menyinari jalanku

Tak henti bersenyum pilu
Dengan bertampang tenang
Dan jiwa yang sejuk
Aku yang terubah
Oleh suara indah ditelinga
Menghanyutkan ku dalam kenikmatan
setiap nafas kehidupan

Terimakasih wahai
Peri-peri pemberi perih
Kan ku jalani hidupku dengan hikmat

16 september 2017 - Virdos

Postingan Populer

Gambar

Bahasa Penyair