Dalam Dusta
Aku yang hampir mati tersiksa dan menderita
Ditemukan tragis dan merintih..
Bersanding ucap dan hati kepada seorang mahadewi
Dialah yang mendobrak dan mengguncangkan hati ini.
Makhluk suci, penuh dengan diamnya rasa,
Mencari cinta di belantara maya.
Aku disini, yang terhuyung kesana kemari mencarinya
Mahadewi yang mengenalkan indahnya kehidupan setelah kehancuran
Cahyanya menyilaukan melenyapkan segala kegelapan
Meregukkan ku pada hangatnya kasih sayang...
Kini..
Ku tlah benam kan segenap jiwa dan ragaku
Yang menangis tertatih bersendu
Kepada sang mahadewi
"Wahai mahadewi, ku berikan hatiku kepadamu, ku ikatkan benang merah ini di jari kelingkingmu, kita satu selamanya"
Telah ku baca dan ku dengar ceritamu
Inilah saat dimana, melupakan kekecewaan yang bagai kabut
Membutakan dan menyesatkan kita kedalam gelap.
Kita kan berjalan berdampingan bersama selamanya.
Walau jauh, aku kan memberikan berlian yang menyala
Dengan kilau kepercayaan ini kepadamu.
Aku tak ingin menjeratmu dalam butanya cinta ku
Aku ingin selalu memenjarakan mu dalam belaian lembut
Tangan-tangan kasih dan sayangku..
Begitu indahnya
Benang merah yang mewangi harum lembutnya rasa cinta
Engkaulah kini mahadewiku.
Yang akan selalu menjadi kobaran api semangatku
Menjadi dentingan bekerling di jiwa ku
Hingga ku tak lagi tersesat dan letih
Sendiri tertatih bak singa yang memerih
Terimkasih,
Ku ucapkan dari lisanku mengalir dari hatiku
Telah engkau tak menghardik kegelapan jiwa busukku
Dengan sambutan belai lembut kasih sayangmu
Aku kan berusaha seutuh diriku menjadi milikmu.
Aku sayang kamu
Yours
Virdos kurniawan - 23 november 2017
