Asa Yang Binasa
Riak air sungai bening yang mengalir,
Cerminan itu membuatku termenung
Dari bising halusnya.
Tentram jiwa dibuatnya
Itulah yang tertampak.
Lihatlah air itu wahai pujangga
Terseret, terseok dan membentur.
Persis jiwa ini
Gila sudah tak tertolong,
Rintihan hanya akan membuat pilu,
Teriakan pun tiada terdengar.
Sudah ku lelah menitikan jutaan pengorbanan
Sedang yang kumakan hanyalah ampas-ampas derita
Mereka bilang hidup adalah kebahagiaan...
Apa itu benar?
Mereka bahkan berpamer tentang kebahagiaan itu
Membanggakannya dengan sebangga-bangganya
Apa mereka bersyukur?
Bukankah sangat indah saat mendengarnya...
Ocehan berbau busuk yang menyengat itu?
Saat semesta memelukmu dengan kebahagiaan
Mendekapmu dengan kasih sayang
Dan memakanmu secara perlahan
Hingga menjadi tulang-benulang.
Hanya orang bodoh yang ingin menjadi tuhan
Sedangkan tuhan adalah pemberi kebahagiaan
Betapa menjijikannya manusia itu
Tanpa sadar,
Mereka ingin terlihat menjulang
Aku pasrah...
Melihat kerusakkan-kerusakkan semesta.
Keinginan sudah tiada lagi
Mereka pergi
Bak kedasih terbang menjauh dengan kicaunya...
Tak bisa lagi asa ku disambung
Asa ku binasa...
Bagai sayap putih merpati yang patah
Jatuh ketengah hutan yang terbakar
Aku hanya ingin tidur
Karena lelah...
Tolong...
Jangan kau bangunkan...
Virdos - 3 Desember 2016
Cerminan itu membuatku termenung
Dari bising halusnya.
Tentram jiwa dibuatnya
Itulah yang tertampak.
Lihatlah air itu wahai pujangga
Terseret, terseok dan membentur.
Persis jiwa ini
Gila sudah tak tertolong,
Rintihan hanya akan membuat pilu,
Teriakan pun tiada terdengar.
Sudah ku lelah menitikan jutaan pengorbanan
Sedang yang kumakan hanyalah ampas-ampas derita
Mereka bilang hidup adalah kebahagiaan...
Apa itu benar?
Mereka bahkan berpamer tentang kebahagiaan itu
Membanggakannya dengan sebangga-bangganya
Apa mereka bersyukur?
Bukankah sangat indah saat mendengarnya...
Ocehan berbau busuk yang menyengat itu?
Saat semesta memelukmu dengan kebahagiaan
Mendekapmu dengan kasih sayang
Dan memakanmu secara perlahan
Hingga menjadi tulang-benulang.
Hanya orang bodoh yang ingin menjadi tuhan
Sedangkan tuhan adalah pemberi kebahagiaan
Betapa menjijikannya manusia itu
Tanpa sadar,
Mereka ingin terlihat menjulang
Aku pasrah...
Melihat kerusakkan-kerusakkan semesta.
Keinginan sudah tiada lagi
Mereka pergi
Bak kedasih terbang menjauh dengan kicaunya...
Tak bisa lagi asa ku disambung
Asa ku binasa...
Bagai sayap putih merpati yang patah
Jatuh ketengah hutan yang terbakar
Aku hanya ingin tidur
Karena lelah...
Tolong...
Jangan kau bangunkan...
Virdos - 3 Desember 2016
