Kembangku

Kembangku

Petang dini hari
Kabut pekat pagi telah datang
Menyelimuti segala dengan embunnya
Dingin yang menusuk menyibak sekucur tubuh

Kini aku berdiri ditempatmu
Tempat dimana aku mengadu, berkeluh kesah
Kini telah terasa dan sangat terasa
Begitu lemahnya diriku tanpamu
Bagai kapur barus semuanya menyublim
Watak keras sekeras berlian ini
Menjadi wewangian yang harum lembut dan indah
Bagai terpaan angin-angin kehidupan
Yang memberikan nafas dan detakkan jantung bagi
Jiwa mentah yang busuk ini.

Wujud indahmu memastikan bahwa segalaku milikmu
Jiwa indahmu memakukan hasrat ini hanya untukmu

ku terjatuh ketika senyum itu melebar
dan mata sayu lembut itu menusuk pandangan
Ku terbuai oleh lengking halus suaramu
Menghempaskanku ke udara,
Menyeretku masuk ke dalam duniamu,
Hanya kedamaian dan ketenangan yang kurasa
Saat tangan-tangan ini mendekap dan memelukmu

Jiwaku terbayang oleh ribuan doa-doa yang kupanjatkan
Ragaku berusaha hingga keringat, tangis dan tawa menjadi kebahagiaan
Akulah dia
Realis yang terbakar menjadi surealis

Semenjak engkau berdampingan disisiku sebagai pendamping
Sejak kita saling menggapai tangan dan bergandengan
Ketika engkau dan aku saling menggapai, membelai dan menatap
Itulah saat dimana seorang antagonis merasakan kebahagiaan
Antagonis yang selalu mengutuk kini, selalu mendoakan
Antagonis yang selalu muram dan kelam, kini bercahaya

Engkaulah Hawa-ku
Dimana seorang adam membutuhkannya
Ijinkanku meluapkan segala perasaan rindu setelah cinta
Walau ku tahu tiada cinta semurni cinta sejati
Setidaknya inginku teriakkan dan kucurahkan
Inginku limpahkan segala rindu, kasih dan sayang ini
Yang bagaikan tangan-tangan penguasa
terus mengeratkan genggamannya

Segala ke irian ini menjadi cambuk rinduku
Kecemburuan ini memicu segala rasa ingin jumpa
Semoga engkau tetap terbang dengan indah
Bersama serpihan peri yang berkelip disetiap ujung sayapmu
Menyapaku dan memanjakanku dengan rasamu
Hingga kita binasa dan hilang
Hingga kita tiba di puncak-puncak surga
Dengan jiwa yang tenang dan hikmat

Wahai kembangku
Aku menyematkan segalaku kepadamu sebagai akhirku mencinta

Virdos - 7 April 2018

Postingan Populer

Gambar

Bahasa Penyair