Pelangi Pudar

Langit bercorak awan berinti pelangi,
Ketika sang bidadari bermandikan embun-embun hujan
Kuda bertanduk melintas melebarkan panjangnya
Jatuhlah rintik-rintik gerimis yang menenangkan hati
Menatap senja sang mentari yang terhalang awan
Warna emas yang mengkilaukan setiap pupil yang menatap.
Perangah setiap penghela
Mengartikan jutaan makna ciptaan sang maha kuasa
Wahai alam wahai tuhan aku berdoa

Tak peduli seberapa tali-tali jalinan
Tetaplah kita menatap hampa.
Kita hanyalah kutu-kutu pengganggu
Pantas untuk binasa
Pantas untuk mati
Pantas untuk hilang
Ketika surga menunggu
Gapaian tangan-tangan berdosa berusaha meraihnya
Tak lain adalah pemuka dua
Histeris dan sengsara menangis

Kita hanyalah penikmat
Penikmat kesenangan,
Penikmat keindahan,
Penikmat kepuasan, dan
Penikmat penderitaan.
Syukur adalah kodrat dari sang penikmat.
Katakanlah pada dunia dan tuhan
"Aku Percaya"

Kutiplah ketiap kata-kata
Ambillah setiap sajak-sajak
Resapilah setiap puisi-puisi
Yang bijak akan berbejat ria
Yang bejat akan berbijak ria
Karma adalah sebab akibat
Hukum pasti ciptaan tuhan
Yang selalu dikeluhkan setiap pendosa
Berdoalah, Bersujudlah, Menangislah
Keindahan alam bahkan sudah terlalu cukup
Membuat cengang pandangan kita
Jangan bayangkan ketika ia murka.
Virdos - 25 November 2016

Postingan Populer

Gambar

Bahasa Penyair