Beruang dan Srigala

Sak sak sak...
Kaki yang gemetar menapaki rerumputan
Berjalan seorang diri bak beruang
Makhluk buas yang tak berbelas kasih
Terpanah, tertusuk, tercabik
Berjalan tertatih...

Layaknya serigala malam tak berteman
Ragaku melolongkan kejujuran
Yang tak kenal ampun
Mata tajam tersipitkan luka
Darah ini menjadi pakaian
Luka ini menjadi kenangan
Hawa membunuh ini menjadi mimik
Taring-taringku semakin tajam

Srigala dan beruang tiada berteman
Merekalah makhluk terkuat
Menghadapi dunia
Mereka kuat karena lemah.
Maka hiduplah kalian yang pantas hidup
Dan matilah kalian yang tak pantas hidup
Tiada yang mengasihanimu
Hingga banyak yang mengagumimu
Tiada yang menyayangimu
Hingga kaulah puncak kebahagiaan itu

Dunia ini adalah
Dibunuh atau membunuh
Makan atau dimakan
Makhluk keji itu terus menumbuhkannya
Hukum yang mereka pegang kuat
Lalu bagaimana jika
Beruang dan srigala menjadi pembantai
Hingga mereka terbirit-birit berlarian
Menyelamatkan diri
Melupakan apa yang mereka sayangi
Meninggalkan harta termahal kehidupan

Jiwa ini masih kuat menopangnya
Masih tegak berdiri dangan gagah
Tak kan tergoyah hingga
Saat itu datang
Tak kuberi ampun...
Tamatlah riwayat kalian!

Virdos - 2 januari 2017

Postingan Populer

Gambar

Bahasa Penyair