Gargantua

Inginku kedipkan kelopak bunga sesalku
Menggugurkannya menjadikan benih-benih senyum
Inginku patahkan sendi sendi tulangku
Hingga tak lagi ku melangkah menjauh darimu

Hari dimana ku tenggelam dalam sepi
Sunyi pelataranku dilihat kanan kiri
Kuhela nafas sedalam palung samudra
Kuhembuskan bagai sapuan tsunami

Terngiang ku akan kematian
Ketika jiwa segar penuh cintaku dikerumuni kesendirian
Terlintas pikirku untuk beristirahat dan terbang
Menunggumu disana dialam yang berbeda

Aku sedekat bintang hingga kau ingin jauhiku
Aku sejauh pelupuk mata hingga kau ingin dekatiku
Tak ingin ku berakhir layaknya cerita altair dan vega
Ingin ku berakhir bagai cerita cinderella

Lenting kelimis bulu matamu
Tajam setajam mata belati pupilmu
Membuat ku kesal merindu
Dikala engkau menggelakkan tawa

Suaramu bagai mahkota putri raja
Dengan segala keagungan dan keanggunannya
Tak ingin ku melilit dengan cakap yang berbelit
Inginku tunjukkan engkau sepatutnya kebahagiaan

Wahai sayapku
Aku merindu buta, mataku teralihkan olehmu
Ingin sekali ku terbang di atas puncak mahameru
Sembari mendekap dan mencumbui mu

Ku kan bersumpah dengan segala keegoisan jiwa ini
Sumpah yang ingin ku nyatakan bersamamu
Selamanya hingga kita binasa
Karena engkaulah surga dunia ku
Walau tak kuasa ku melawan takdir
Ijinkan ku memanjatkannya
Karena
Tak ingin ku terhanyut kedalam gargantua
Menenggelamkanku dalam kesendirian
Saat engkau tak berada di sisiku.

Salamku pada jiwa ragamu
Yang terpisah oleh ruang dan waktu
Jiwaku jauh, sejauh ujung bimasakti
Memandangmu di balik awan-awan nebula

Terimakasih sudah menyayangiku
Mari selalu bersama hingga binasa segalanya

Postingan Populer

Gambar

Bahasa Penyair