Seringai Sinting

BINASALAH...
Seringai usang gigi taring kuningku
Menghujam rentetan pemuja asmara
Ku kutuk dunia mereka menjadi keping-keping celaka
MUSNAHLAH!!!
Hingga daun-daun dan udara
pohon-pohon dan air
hewan-hewan dan tanah
Menjadi pehuni tunggal jagat raya.

Bimbangkah?
Maka matilah tak berpijak
Pernahkah mengira?
Sudah berapa kali ku rasakan siksa?
Saat perlahan senyumku menjadi seringai
Pelan-pelan kerlinganku jadi mendelik
dan sampai kuku jari-jariku menghitam.
Itu adalah guratan


Berteriaklahku
Ketika jemariku dipotong
Dengan capit-capit besi.
Ketika lubang telingaku menjadi sarang lipan,
Buih-buih otakku keluar darinya.
Ratusan tulangku dipatahkan
Bak lidi-lidi sapu jalanan.

Sadarilah kau pengagum murahan
Telahku bertahan hidup sekian derita.
Kukuatkan diri setelahnya.
Tampangku jelas sinting
Sesinting nafsumu melebur dunia.
Harusnya kau siap kubunuh dengan kebencian
Kuhunuskan pedang-pedang kemarahan
Kubakar kau dengan api-api hati yang panas.

Hahaha...
Takutkah?
Akulah pembawa pesan kematian,
Kematian makhluk berakal busuk.
Tidakkah cemas?
Terlentanglah, bercumbulah dan nikmatilah
Dengan gejolak birahi yang memuncak
Tak ayal mirip sepasang anjing
Yang dikeker senapan.

Cahaya bukan bayangan tapi
Cahaya menyembulkan bayangan
Hahaha!!!
kekeh-kekeh ini menguatkan bahwa
Akulah bayangan dari binar-binar cahaya asmara.
Hitam dan gelap deritanya.
Mati...
MATILAH!!!
DIHADAPAN SANG SERINGAI SINTING!!!
Virdos - 29 November 2016







Postingan Populer

Gambar

Bahasa Penyair