Dalam Diam
Dalam Diam
Nda...
Tiada salah dalam segala suahmu
Segala harapan salah telah tertanam dariku padamu
Ku hanya bertutup topeng "tak apa"
Dan bersenyum sedih tersayu
Nda...
Jadikanlah ikatan ini sebuah ikatan dalam diam
Disini ku berlari berpeluh keringat untuk menggapainya
Dengan segala munajat-munajat yang kupanjatkan
Kepada sang kuasa pemegang kodrat
Nda...
Tak perlu kau melimpahkan anugrah cinta kasih sayangmu
Untuk pujangga seperti diriku ini,
Semua sudah jelas bak matahari sore yang menyilaukan
Tak perlu lagi kau menolongku dan menjadi pengingat dikala lupaku
Aku yang terengah bernafas ini tak memungkiri semua kepayahaan
Segala noda-noda kotor dosa-dosa ku yang kuperjuangkan
Untuk meminta pengampunan kepada sang maha pengampun
Demi bersihnya ku menggenggam tangan lentik indahmu nanti
Ujian ini bagai badai dan gempa
Yang menggonjang-ganjing iman dan jiwaku
Berdoalah kau disana dengan duduk khusyukmu
Linangkanlah air matamu dan henyut kan hatimu dalam-dalam
Semua kan terbalas pada waktunya
Ketika semua tiba, bersyukurlah dengan tangis indah meronamu.
Aku yang berjalan dari kegelapan,
Kini ku beranjak berlari menyongsong terang
Tertatih terhuyung menangis menguatkan diri
Berdoa, bersyukur dan mengharu atas nikmat-nikmatNya
Aku yang tak mendendam atasmu
Yang menyayangi diriku atasNya
Mencintaimu karenaNya
Tak secuil membencimu karena segalanya
Tiada lagi rontaan dan teriakkan kesedihan
Kini ku diam dalam nafas yang berjalan
Aku yang telah kuat melewati segalanya
Walau berkali-kali ku pecah dan terluka
Kutulis nyanyian-nyanyian pedih dalam surat-surat cinta
Walau lagi dan lagi ku terhempas dan terurai
Kulantunkan nada-nada rindu yang tak terbendung kepadaNya
Berharap semua terbalas pada waktunya
Aku yang telah tak pantas mempunyai perasaan
Kan ku berikan segala rasa hanya kepada sang penyayang
Ku merintih dengan syukur, ku menangis dengan doa
Dan ku terdiam
Terimakasihku untuk mu dengan hikmat dan sakral
Ku terdunduk pada mu yang telah berdasar kapadaNya
Ku tak lagi mengharap
Ku tak lagi berharap
Ku tak lagi mencinta
Ku tak lagi menyayang
Ku hanya bisa berdoa dan berusaha
Biar Dia yang memutuskan
Teruntuk
Nandya Febria
Oleh Virdos Kurniawan
21 Desember 2017
Nda...
Tiada salah dalam segala suahmu
Segala harapan salah telah tertanam dariku padamu
Ku hanya bertutup topeng "tak apa"
Dan bersenyum sedih tersayu
Nda...
Jadikanlah ikatan ini sebuah ikatan dalam diam
Disini ku berlari berpeluh keringat untuk menggapainya
Dengan segala munajat-munajat yang kupanjatkan
Kepada sang kuasa pemegang kodrat
Nda...
Tak perlu kau melimpahkan anugrah cinta kasih sayangmu
Untuk pujangga seperti diriku ini,
Semua sudah jelas bak matahari sore yang menyilaukan
Tak perlu lagi kau menolongku dan menjadi pengingat dikala lupaku
Aku yang terengah bernafas ini tak memungkiri semua kepayahaan
Segala noda-noda kotor dosa-dosa ku yang kuperjuangkan
Untuk meminta pengampunan kepada sang maha pengampun
Demi bersihnya ku menggenggam tangan lentik indahmu nanti
Ujian ini bagai badai dan gempa
Yang menggonjang-ganjing iman dan jiwaku
Berdoalah kau disana dengan duduk khusyukmu
Linangkanlah air matamu dan henyut kan hatimu dalam-dalam
Semua kan terbalas pada waktunya
Ketika semua tiba, bersyukurlah dengan tangis indah meronamu.
Aku yang berjalan dari kegelapan,
Kini ku beranjak berlari menyongsong terang
Tertatih terhuyung menangis menguatkan diri
Berdoa, bersyukur dan mengharu atas nikmat-nikmatNya
Aku yang tak mendendam atasmu
Yang menyayangi diriku atasNya
Mencintaimu karenaNya
Tak secuil membencimu karena segalanya
Tiada lagi rontaan dan teriakkan kesedihan
Kini ku diam dalam nafas yang berjalan
Aku yang telah kuat melewati segalanya
Walau berkali-kali ku pecah dan terluka
Kutulis nyanyian-nyanyian pedih dalam surat-surat cinta
Walau lagi dan lagi ku terhempas dan terurai
Kulantunkan nada-nada rindu yang tak terbendung kepadaNya
Berharap semua terbalas pada waktunya
Aku yang telah tak pantas mempunyai perasaan
Kan ku berikan segala rasa hanya kepada sang penyayang
Ku merintih dengan syukur, ku menangis dengan doa
Dan ku terdiam
Terimakasihku untuk mu dengan hikmat dan sakral
Ku terdunduk pada mu yang telah berdasar kapadaNya
Ku tak lagi mengharap
Ku tak lagi berharap
Ku tak lagi mencinta
Ku tak lagi menyayang
Ku hanya bisa berdoa dan berusaha
Biar Dia yang memutuskan
Teruntuk
Nandya Febria
Oleh Virdos Kurniawan
21 Desember 2017
