Paku Dipalu

Hanya ingin terlelap diteriknya siang
Hanya ingin damai dalam mimpi
Akulah jiwa yang murka
Terbangun oleh penyiksa
Sang bodoh pemegang qodrat
Si tua yang harusnya bijak

Akulah keturunan mereka
Yang mengharap kebaikan dihari tua
Yang mendidik dengan sesuatu yang dibenar-benarkan
Akulah yang dipasung, dipaku dan dipalu
Oleh bentangan ego-ego
Kegagalan faham

Dipasungkanlah jiwa ini oleh qodrat
Hingga benih-benih berontak
berkecambuk balas dimimik
tumbuh menjadi kutukan.

Dipakukanlah hati ini
Hingga menancap ladang kebencian
Mengurung diri menuntut kebahagiaan
Jadilah kufur menjadi teman.

Dipalukanlah mental ini
Hingga pecah esanya kepribadian
Tak pelak berasingkan diri sendiri
Gagal membedakan pembalasan dan kebencian
Untuk siapa ditujukan

Yang benar saja?!
Sungguh, siapa yang gila?
Bersuah kearifan
Berbentak keagamaan
Berjuang kekayaan
Dan beralasan kehidupan

Yaa Tuhan...
Apa kehidupannya sebegitu gilanya?
Sampai-sampai menghakimi buah hati
Yang dibuai sayang menjadi gila.

Akulah simalakama yang tak dirasa
Saat dilahirkan tertuntut membalas
Saat nafas pertama tidak lagi sakral
Tak lagi indah tangisan saat itu

Andai ku lihat bayi suci yang dilahirkan
Ironis membelenggu kuat
Membisikkan sesuatu dalam hati...

"Kasihan sekali kau wahai si malang mungil,
Hembusan nafas itu adalah awal dari penderitaan
Yang akan kau nikmati.
Jadilah kuat sekuat paku dipalu"

Virdos - 4 Desember 2016

Postingan Populer

Gambar

Bahasa Penyair