Tatapan Mata
Gelap, Sunyi, Sendiri.
Hidup pun tiada berguna lagi
Seakan ingin saja mengharap
kedatangan sang izrail.
Tapi takdir berkata lain,
Berbukti kedatanganmu sang dewi surga.
Yang mencerahkan setiap sudut duniaku
Yang memancarkan senyuman dikehidupanku
Yang membuatku merasa hidup kembali
Setelah kematian yang tak merenggut nyawaku.
Aku si tidak-tahu
Apapun tentang dirimu
Aku si bodoh
Yang bertindak aneh didepanmu
Aku si egois
Yang Jatuh cinta terhadap apa adanya dirimu
Tidak akan pernah berjanji
Tidak akan pernah mengingkari
Akulah si melarat yang bertanggung-jawab
Menginginkan dirimu sebagai ibu dari keturunanku.
Akulah si tak pantas dan tak sopan
Yang mengais cinta-cintamu
cinta yang memberiku senyum
cinta yang memberiku cahaya
cinta yang memberiku hidup
Terbujurlah ku dihadapan
Paras mahadewi-mu
Tatap matamu
Membuat mati terpana
setiap mata yang menyambut
setiap hati yang terdongak
setiap jasad yang kau senyumi
setiap kebahagiaan yang kau beri
Maka tersadarlahku dalam benak-benak kelam.
hidup akan selalu membuatku cengang
dengan segala tragedinya
hidup akan selalu membuatku sengsara
dengan segala kebaikannya
hidup akan selalu membuatku kuat
dengan segala perkaranya
hidup akan selalu membuatku kecewa
dengan segala cerita cintanya.
Kembalilah kau wahai Gelap, Sunyi dan Sendiri.
Aku mengharap kedatangan Izrail.
Virdos - 27 November 2016
